Sispek.com – Penelitian ini ingin membuktikan bahwa perempuan di ruang publik sebenarnya sudah ada pada masa awal Islam. Hal ini di buktikan dalam kitab hadis Al-Muwatta’ Imam Malik yang digambarkan oleh  siti ‘Aishah seorang perempuan yang hidup pada masa abad klasik yaitu istri Rasulullah ﷻ. ‘Aishah sebagai seorang perempuan memainkan peran penting terhadap masyarakat dan kaum hawa pada masa itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengubah paradigma yang cenderung memojokkan perempuan selama ini. Khususnya mengenai posisi perempuan di ruang publik, di lihat dari sisi literature hadis dalam kitab klasik.

Penelitian ini mendukung pendapat dari Mona Etienne (1980), Eleanor Leacock (1980), Merchant Carolyn (1980), Handerson (1986) dan Catherine Scott (1995) yang menyatakan bahwa sejarah feminis ternyata membalik tatanan masyarakat sehingga muncul pendapat yang cenderung memojokkan mengenai perempuan selama ini khususnya di ruang publik. Perempuan dan rumah tangga yang digambarkan sebagai bagian dari masa lalu, yang berisi pandangan berbahaya dimana alam tidak dapat merubah dan orang-orang tidak berdaya untuk mengendalikannya. Ruang publik didominasi laki-laki adalah kontras dengan feminitas, yang berorientasi pada ruang private keluarga. Penelitian ini menolak teori pendapat dari Maria Mies (1986), Diane Rocheleau (1996), Barbara Thomas- Slayter (1996), Easter Wangari (1996), Friedrich Engeles (2012) dan Karl Marx (2012) dengan teori marxis nya mengatakan bahwa semua perempuan mengalami penindasan dalam sejarahnya, laki-laki dan perempuan melakukan kerja yang berbeda-beda dimana perempuan cenderung bertanggung jawab pada soal pengurusan dan perawatan anak. Perempuan dapat benar-benar mencapai kesetaraan ketika beban kerja pengurusan dan perawatan anak ada dipundaknya.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu penelitan kepustakaan (library research) dengan membaca, mengamati, memahami, dan mempelajari bahan-bahan yang  dikumpulkan yang dianggap berhubungan dengan pokok bahasan, kemudian dianalisa dan dipaparkan dalam tulisan. Sumber data penelitian ini ada dua yaitu primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah kitab hadis Al-Muwatta’ karya Imam Malik dan sumber sekunder penelitian ini adalah semua referensi yang terkait dengan pembahasan penelitian tesis berupa kitab-kitab hadis, buku, jurnal, artikel, makalah, encyclopedia dan kamus.

Baca Juga :   "Islam, Hari Kartini dan Adik Perempuanku"

Kata Kunci : Ruang publik, Perempuan, ‘Aishah, dan Al-Muwatta’.

SHARE
Previous articleIslam dalam Tempurung Politik
Next articlePeran Perempuan di Madura
Mahasiswi Magister Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta "Bersamamu aku bahagia."