Sispek.com – Ia pernah menulis “Tuhan Tidak Perlu Dibela”, namun belakangan ini malah kita sering sekali mendengar dan melihat beberapa kelompok Islam membawa nama Allah (bahkan tertulis di bendera mereka) lalu menganggap Tuhan telah dinista. Entah niat mereka apa, hanya mereka yang tahu. Yang pasti adalah Tuhan Dzat yang Maha Suci dan Tinggi tak pernah akan ternista karena kenistaan hanya bisa melekat pada makhluk bukan pada Tuhan. Begitu pula dengan rencana “Tamasya Al-Maidah 51”, maksudnya untuk menegakkan Agama atau ada kepentingan lain yang dibungkus dengan nama Agama? Bagaimanapun, saya juga kurang setuju karena hal itu akan dapat mengintimidasi pemilih sehingga kebebasan tak lagi dimiliki.

Memang sangat terasa Ia tak lagi berada di sebelah kita. Dulu, Agama dijadikan alat pemersatu tapi sekarang? Allah pun diajak kampanye demi memenangkan salah satu calon sehingga terbentuk kelompok anti-antian. Bukankah itu menista? Yang saya tahu adalah Tuhan yang Maha Pencipta, menciptakan manusia dengan perbedaan bukan persamaan. Perbedaan adalah kekuatan untuk membentuk persaudaraan (Ukhuwah Islamiyyah, Ukhuwah Wathaniyyah, Ukhuwah Basyariyyah) dan bukan sebaliknya.

Baca Juga :   Peristiwa Isra' dan Sisi Rasionalitasnya
SHARE
Previous articleCahaya Itu
Next articleJomblo Studium Akhir
Penulis Buku "Cinta Ingusan"; Perindu yang mengekspresikan perasaan melalui lagu dan puisi; Sang Fakir yang tidak tahu banyak "kata"; Pembelajar yang berusaha tekun menghiasi dunia dengan kata-kata.