“Islam, Hari Kartini dan Adik Perempuanku”

1
251

Sispek.com – Hari ini adalah tanggal 21 April yang disepakati sebagai Hari Kartini. Tanggal ini juga bertepatan dengan kelahiran adik Perempuanku, Elmy Agnia, 20 tahun lalu.
Kartini lahir sebagai perempuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Ia mampu menyadarkan pada perempuan-perempuan Indonesia bahwa tugas mereka tidak hanya di dapur, sumur dan di kasur saja. Perempuan berhak mendapatkan hak-hak yang sama dengan laki-laki.

Semangat itu juga sebenarnya yang kita bisa petik dari kelahiran Islam di Arab. Sebelum datangnya Islam, perempuan dianggap aib yang apabila suatu keluarga memiliki anak perempuan, mereka akan malu. Perempuan dianggap bukan manusia. Bayi perempuan bahkan dikubur hidup-hidup. Sampai sekarang kita mengenal tradisi Honour Killing di Arab. Honour Killing adalah suatu tradisi membunuh anak perempuan yang berzina oleh anggota keluarganya sendiri.

Datangnya Islam menempatkan perempuan pada posisi yang sangat tinggi, “lidzdzakari mitslu hadzdzil untsayain”. Memang ayat ini tentang waris, namun kita bisa melihat bahwa Islam mengangkat posisi perempuan yang tadinya dianggap aib dan bahkan perempuan merupakan harta waris menjadi penerima hak waris setengah dari laki-laki. Pada konteks saat itu tentu ayat tersebut sangat revolusioner. Karena saat itu mengatakan laki-laki dan perempuan setara sama saja dengan mengatakan bahwa bumi itu kotak. Dalam konteks sekarang, ayat tersebut dapat kita pahami sebagai ayat kesetaraan gender. Laki-laki dan perempuan sudah seharusnya memiliki bagian yang sama dalam warisan. Tidak hanya itu, perempuan sudah sepantasnya memiliki hak-hak dan peran yang sama dengan laki-laki.

Aku berharap, adik Perempuanku mampu mewarisi semangat Kartini dan menjadi inspirasi Perempuan-perempuan di Indonesia.
Selamat Hari Kartini
Selamat Ulang Tahun Adikku, Elmy Agnia

Baca Juga :   Beras Mahal, Kholilurrahman Sarankan Pemerintah Melakukan Ini