Genosida terhadap Muslim Rohingya Bertentangan dengan Ajaran Buddha

0
282

Sispek.com – Pembantaian terhadap muslim Rohingya nyanmar oleh Buddha telah dilakukan dengan kejam, namun kalau kita teliti lebih detail, tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran-ajaran Buddha.

Pembantaian kaum Buddha terhadap Muslim Rohingya sudah terjadi sejak berberapa tahun lalu, hingga kini masih saja tetap terjadi. Genosida itu membuat dunia bersuara. Tidak sedikit berbagai negara yang mengkritik dan mengecap aksi kekerasan tersebut, lebih-lebih Aung San Suu Kyi merupakan penerima nobel perdamaian. Namun, kritikan dan kecaman-kecaman dunia tak mampu menghentikan genosida itu.

Entah apa yang menjadi landasan pembantaian terhadap saudara-saudara mereka sesama warga Nyanmar, sedang dalam ajaran Buddha telah dijelaskan banyak tentang prinsip-prinsip damai antar umat manusia.

Dalam agama Buddha terdapat ajaran tentang METTA. Metta berarti cinta kasih terhadap sesama makhluk tanpa terkecuali.

Pada dasarnya agama Buddha mengajarkan tentang cinta kasih antar makhluk, bukan hanya terhadap manusia, tetapi juga cinta kasih terhadap alam dan makhluk lainnya yang diciptakan Tuhan. Berdasarkan prinsip ini, seharusnya umat Budha tidak akan melakukan kekerasan terhadap Muslim Rohingya, karena jelas Muslim Rohingnya merupakan manusia yang seharusnya dicintai.

Di samping itu agama Buddha mengajarkan tentang AHIMSA yang berarti tanpa kekejaman pada semua makhluk.

Tampaknya prinsip ini kelanjutan dari prinsip sebelumnya. Jika umat Buddha telah memperlakukan makhluk dengan cinta, maka konsekuensinya ia wajib tidak melakukan kekejaman dalam bentuk apapun. Bahkan jikalau umat Buddha diperlakukan hina, seharusnya mereka memperlakukan penghina dengan tanpa hinaan (Dhammapada Syair, 5 & 201). Dan jika diganggu atau dijajah, seharusnya umat Buddha hanya akan melawan dengan gerakan tanpa melawan. Ini lah yang disebut dengan melawan tanpa melawan.

Tampaknya, genosida terhadap Muslim Rohingya oleh di Nyanmar sangat bertentangan dengan ajaran-ajaran Buddha. Kalau kita mengacu pada ajaran-ajaran Buddha, maka umat budha yang melakukan pembantaian terhadap Muslim Rohingya telah melalukan dosa besar karena telah melanggar ajaran agamanya. Inilah yang disebut dengan kekerasan atasnama agama. Suatu kekerasan yang tak dianjurkan agama, tetapi mengatasnamakan agama demi nafsu-nafsu individu dan kelompok.

Baca Juga :   Daftar Kader PKS Hina dan Fitnah Tokoh NU