Daftar Kampanye Hitam Badrut Tamam pada Pilkada Pamekasan

0
1460

SISPEK.COM – Pelaksanaan pilkada Pamekasan masih cukup lama, tapi bulan politik lahir lebih awal dari yang diperkirakan. Kampanye-kampanye hitam sudah mulai tersebar bagaikan wabah. Bisa saja ini adalah bentuk kepanikan suatu calon atau memang ia memilih jalan berduri itu untuk capai hasrat berkuasanya.

Memang pilkada Pamekasan merupakan pilkada yang cukup bergengsi. Pertarungan face to face Kholilurrahman dan Badrut Tamam membuat kontestasi semakin menarik. Berbagai cara telah dilakukan calon yang lemah untuk memenangkan perebutan kekuasaan, termasuk jualan isu sara, fitnah dan adu-domba. Berdasarkan peta politik, Badrut Tamam memang ada pada kondisi yang mengkwatirkan, mengingat dua pesantren besar (Bata-bata dan Banyuanyar) dan Kiai lainnya (Refrensi https://goo.gl/2vXfg3) penentu kemenangan calon di Pamekasan positif mendukung Kholilurrahman sebagai satu-satunya calon yang layak menjadi bupati Pamekasan. Kita harus percaya pada pilihan kiai Banyuanyar dan Bata-bata, karena pilihan kiai pasti sudah atas pertimbangan lahir dan batin. Kiai tak hanya menilai seseorang dari prilakunya, tetapi dari kesucian hatinya melalui permintaan petunjuk langsung kepada Allah. Fakta peta politik ini membuat Badrut Tamam berkeringat dingin, hingga harus mengeluarkan senjata pemungkasnya, yaitu kampanye hitam, demi kemenangannya.

Kampanye hitam sebagai pemungkas dipilihnya bukan tanpa alasan. Kalau kita membaca realitas politik tiap pemilu di negara demokrasi, kampanye hitam kerap menjadi penentu kemenangan suatu calon. Donald Trump jelas-jelas menang kontestasi politik di Amerika atas berkat dan rahmat kampanye hitam, bukan dari kualitas Donald Trump. Kemenangan Whidin Halim pada Pemilihan Tangerang juga karena kampanye hitam dan masih banyak lagi contoh kasus lainnya. Maka hanya cara inilah tampaknya yang bisa memenangkan Badrut Tamam dalam kontestasi bergengsi ini.

Daftar kampanye hitam yang telah dilakukan Badrut Tamam di antaranya :

Menyerang urusan keluarga lawan yang tidak ada hubungannya dengan integritas pemimpin

Gambar ini disebarkan oleh tim Badrut Tamam di media sosial. Tentu tim itu membutuhkan dana khusus. Dalam gambar tersebut, poin nomer 1, 3, 4 cukup relevan dengan tema kampanye kepemimpinan. Tapi poin 2 sangat kentara menyudutkan rivalnya.

Isu istri tampaknya merupakan isu yang sangat dipaksakan olehnya, mengingat istri tak menjadi syarat amanah-tidaknya seorang pemimpin. Di samping itu, beristri satu atau lebih pun tak dilarang agama maupun UU. Jumlah istri tak ada kaitan sama sekali dengan integritas seseorang. Amanah-tidaknya seseorang dilihat dari track recordnya dalam memimpin. Apakah dia pernah bermasalah dengan proyek pembangunan lembaga atau apapun yang pernah dijalankan selama menjadi petugas partai?

Baca Juga :   Kholilurrahman Tokoh Penumpas Tempat “Hiburan Malam"

Masyarakat harus mengecek tiap calon dengan cara bertanya kepada masyarakat apakah orang-orang dari calon-calon pernah ada yang dipanggil aparat apa belum. Sehingga amanah tidaknya suatu calon memang benar-benar tampak. Pemilih yang cerdas adalah pemilih yang terus mengecek dan menilai dengan hati nuraninya tentang integritas tiap calon, demi kebaikan Pamekasan 5 tahun kedepan.

Pemberian sembako air kemasan Nuri yang tertempel stiker Badrut Tamam di kardus

Nuri merupakan air kemasan milik CV Banyuanyar. Sebagaimana diketahui bersama bahwa Kholilurrahman didukung penuh oleh banyuanyar melalui wakilnya, Fathorrahman. Fathorrahman merupakan politisi muda yang didukung penuh oleh PPP. Sedangkan PPP tidak dapat dilepaskan dari Banyuanyar.

Stiker Badrut Tamam yang ditempel di kardus air kemasan Banyuanyar dapat dengan mudah kita interpretasikan sebagai langkah untuk mengadu-dumba antar internal Banyuanyar. Ia ingin memberikan legitimasi kepada penerima bantuan bahwa Banyuanyar bersamanya. Ini adalah manuvernya untuk mengaburkan dukungan Banyuanyar kepada Kholilurrahman. Inilah langkah politik yang berpotensi memperpanas suhu politik Pamekasan. Tentu suhu panas yang dimunculkan oleh isu membuat kualitas pemilihan menjadi buruk. Kamapnye yang seharusnya dilakukan dengan cara yang ramah, santun dan islami justru dirusak oleh manuver dangkal kampanye hitam. Jangan sampai kesucian pilkada ditukar oleh nafsu yang terkutuk.

Menyebut lawan dengan kata kata-kata kasar

Sebagaimana dituliskan dalam berita MediaJatim, “Masyarakat Pamekasan tinggal memilih, masa depan pamekasan akan diserahkan kepada calon bupati yang berdarah muda atau kepada yang berusia senja dan hampir renta dimakan usia.”

Kalimat tersebut sulit untuk tidak dipahami sebagai kamapanye hitam, mengingat calon bupati pamekasan hanya 2. yaitu Kholilurrahman dan Badrut Tamam. Darah muda muda disifatkan pada Badrut Tamam, sedangkan berusia senja dan hampir renta disifatkan kepada Kholilurrahman. Ini adalah berita yang memujokkan lawan. Tampaknya MediaJatim tak lagi objektif dan tendensius terhadap satu tokoh.

Sangat disayangkan jika tokoh muda harapan bangsa, memilih jalan yang salah dalam berkapanye. Indonesia bukan Amerika Serikat yang boleh melakukan kampanye hitam demi kekuasaan, Indonesia negara bertuhan yg tiap langkah politiknya dibatasi oleh UU dan ajaran-ajaran Tuhan. Pesan bagi para politisi, bahwa politik dan kekuasaan bukanlah tujuan utama seseorang. Politik dan kekuasaan hanyalah salah satu cara berbuat baik kepada sesama. Tujuan baik dan suci harus juga dilakukan dengan cara yg baik dan suci.