Kampanye Hitam dan Propaganda PKI

0
598

SISPEK.COM – PKI merupakan bagian dari sejarah kelam bangsa Indonesia, maka PKI sulit dilupakan dan dihilangkan dari pikiran tiap masyarakat. Meskipun nama PKI sudah melekat pada benak masyarakat, tetapi banyak yang tidak tahu metode-metode propaganda politik ala PKI, sehingga tidak jarang mereka tetap termakan oleh isu-isu ala PKI.

Propaganda yang kerap dilakukan PKI ialah pembunuhan karakter pribadi lawan. Tentu tujuannya ialah untuk menjatuhkan lawan dan menyingkirkannya agar tak menduduki posisi penting dalam pemerintahan ataupun dalam masyarakat. PKI terus menggiring isu pada hal-hal yang remeh dan tidak substansial. Maka isu-isu komunis digiring pada isu-isu dangkal, karena masyarakat biasa lebih mudah mencerna hal-hal dangkal. Suatu contoh ketika D.N Aidit memimpin PKI, ia menyebut dan menyebarkan isu bahwa Soekarno merupakan presiden tukang kawin. Dan PKI membuat kebijakan melarang elite partainya kawin lagi. Ini semacam satire kepada Soekarno.

Ketika D.N Aidit memimpin PKI, ia menyebut dan menyebarkan isu bahwa Soekarno merupakan presiden tukang kawin.

Penyebaran isu yang memancing emosi masyarakat. PKI sangat pandai memancing emosi rakyat agar membenci rivalnya yang dianggap kuat. Masyarakat dibikin emosional kepada tokoh-tokoh sentral dengan isu-isu remeh. Misalkan isu tukang kawin, isu tidak peduli kepada rakyat dan lainnya. Tentu kalau didebat secara akademis, PKI tidak mempunyai data kuat tentang isu yang diangkatnya. Karena tujuan isu tersebut hanya ingin menggugurkan kepercayaan masyarakat kepada rivalnya. Maka PKI kerap kali menghindari perdebatan ilmiah.

PKI memang sudah menjadi hantu yang tak ditemukan jasadnya. Tapi hantu komunis selalu gentayangan dalam gerakan-gerakan politik. Metode propaganda komunis kerap digunakan politisi cemen untuk memastikan dirinya memenangkan pertarungan politik melawan lawan yang baik dan kuat.

Baca Juga :   Kholilurrahman Vs Badrut Tama, Siapa Menang?