Panik Kampanye Hitam Badrut Tamam Ketahuan dan Viral, MediaJatim Hilangkan 1 Paragraf Provokasi

1
2371

SISPEK.COM – Tanggal 14 Desember 2017 beredar tulisan dari MediaJatim dengan judul “Spirit Pemuda; Menjawab Ambigu Pilkada Pamekasan”. Tulisan itu terus disebar luaskan oleh tim Badrut Tamam dengan nada provokasinya hingga menjadi viral . Maklum, tim medsos Badrut Tamam cukup banyak. Salah satu kalimat provokasi yang disebarkan adalah sebagaimana dinarasikan dengan PD oleh Jefri Kiky.

Adapun dalam tulisan tersbut terdapat 1 paragraf provokasi yang cukup tidak manusiawi. Paragraf tersebut berbunyi “Masyarakat Pamekasan tinggal memilih, masa depan pamekasan akan diserahkan kepada calon bupati yang berdarah muda atau kepada yang berusia senja dan hampir renta dimakan usia.” Kalimat tersebut sulit untuk tidak dipahami sebagai kalimat provokasi, karena langsung menyudutkan rivalnya dengan kalimat yang tak berkaitan dengan integritas kepemimpinan.

Tulisan tersebut menuai banyak kritikan dari masyarakat. Masyarakat merasa risih dengan kampanye hitamnya yang tak berbobot. Masyarakat Pamekasan tampaknya sudah cerdas. Masyarakat sudah mampu membedakan kampanye hitam dan kampanye sehat. Masyarakat yang risih dengan kampanye hitam Badrut Tamam langsung mengabadikan melalui screenshot dan menviralkannya. Melihat reaksi negatif masyarakat, tim Badrut Tamam panik dan langsung merubah tulisan dengan menghilangkan 1 paragraf provokasi yang menjadi sorotan.

Gambar kiri bergaris biru gambar awal. Gambar kanan bergaris merah setelah diubah. Perhatikan yang dikurung garis.

Tapi mereka membantah dengan argumen foto yang berhasil discreenshot masyarakat merupakan foto yang telah diedit. Argumen mereka diperkuat dengan menampilkan google’s cache. Gambar di bawah ini lah argumen penguat mereka. Jika kita klik link ini https://goo.gl/TeMTUz maka akan tampil seperti gambar.

Apakah argumen mereka masuk akal? Kita akan analisa di bawah.

Berdasarkan penelusuran tim pencari fakta, sispek.com menemukan bahwa paragraf provokasi memang betul-betul ditulis oleh MediaJatim. Maka screenshot yang disebarkan masyarakat adalah benar dan tidak diedit.

Argumen Pertama

Perhatikan gambar yang mereka lampirkan. Keterangan tanggal google nyepret gambar tidak sesuai dengan tanggal yang tertera di situs MediaJatim. Di sana dijelaskan “Gambar ini adalah jepretan halaman seperti yang ditampilkan pada tanggal 14 Des 2017 19:54:48”, sedangkan tanggal di situs MediaJatim adalah 15 Desember. Ini merupakan kejadian yang tidak masuk akal. Silahkan cek di https://goo.gl/TeMTUz. Atau perhatikan lingkaran merah pada gambar di bawah.

Baca Juga :   (Video) Alumni Banyuanyar, Bata-Bata dan Panyeppen Sudah Menyatakan Dukungan Pada Pilkada Pamekasan
Peerhatikan tanggal yang dilingkar merah. Bagaimana mungkin gambar yang diambil google lebih akhir dari tanggal ngambilnya.

Argumen Kedua

Perhatikan tiga gambar di bawah. Gambar paling belakang adalah argumen tim Badrut Tamam. Sedangkan 2 gambar di depan, merupakan gambar yang diambil masyarakat. Perhatikan jam posting ketiga gambar yang lingkar merah. Gambar yang diposting masyarakat screenshot pada jam 17.27, 14 Desember. Kemudian gambar/screenshot diposting di Facebook Tekka Hajhat pada jam 19.08, 14 Desember. Sedangkan gambar yang dilampirkan oleh tim Badrut Tamam diambil google pada 19:54, 14 Desember. Itu berarti gambar screenshot masyarakat diambil lebih awal dari gambar argumen tim Badrut Tamam. Itu berarti artikel yang sudah discreenshot oleh masyarakat kemudian oleh MediaJatim dihapus dan diposting ulang tanpa paragraf yang menuai kritik dari kyalayak.

Gambar yang diambil masyarakat diambil lebih dulu dari bukti gambar tim Badrut Tamam

Ini link postingan Tekka Hajhat https://goo.gl/xDsFjJ. Ini link postingan Zaimul Arifin https://goo.gl/e7EtgT. Ini link google’s chace https://goo.gl/PvwsrX.

Argumen Ketiga

Kegika gambar dizoom sampai puluhan kali zoom. Gambar yang ada paragraf provokator tetap menyatu dan utuh. Itu menandakan kalau gambar itu memang benar-benar asli. Background sangat utuh, identik antara satu dan yang lainnya. Kalau gambar ini editan, maka ketika dizoom barkali-kali tulisan atau background belakang pasti terpisah atau jauh berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Maka gambar provokasi melalui MediaJatim adalah benar.

Gambar hasil zoom. Antara di bawah garis dan di atas garis biru sama identik. Itu menunjukkan kalau gambar ini asli tanpa editan.

Argumen Keempat

Setalah kami cek dan analisa menggunakan aplikasi akurat yang terbukti mampu ngecek gambar editan atau tidak, dari hasil cek tersebut kami tidak menemukan tanda-tanda gambar tersebut editan. Itu berarti gambar provokasi di MediaJatim adalah benar.

Tampaknya memang ada tanda-tanda kepanikan yang sangat kentara dari pihak Badrut Tamam. Tapi masyarakat harus tahu tentang fakta kebohongan ini. Jangan sampai masyarakat menelan kebohongan yang bertubi-tubi. Masyarakat berhak mengenyam informasi benar dan mencerdaskan. Di samping itu, masyarakat dapat melihat dan memahami karakter Badrut Tamam dari cara-cara kampanyenya.