Terkait Pilkada Pamekasan KH As’ad Abdullah Klarifikasi Soal Foto Menekan Dada

0
437
by Maduranet.com

Politik memang buta, apapun bisa dilakukan untuk meraih simpati masyarakat. Semua dilakukan demi kekuasaan.

Politik bebas nilai sebagai mana diungkap di atas merupakan politik kaum liberalis dan kapitalis. Bagi mereka kekuasaan adalah segala-galanya, hingga melegalkan seluruh daya dan upaya untuk merebut kekuasaan. Maka memanipulasi, menjebak seseorang dianggap sah dan halal untuk menaikkan elektabilitasnya.

Sebagaimana terjadi pada KH As’ad Abdullah (tokoh masyarakat kecamatan Tlanakan). Beliau mengaku dirinya “dijebak” oleh salah satu calon bupati Pamekasan untuk berfoto bersama sambil menekan dada. Karena memang KH As’ad Abdullah tidak mengetahui kalau itu merupakan simbol dukungan terhadapnya.

Kejadian tersebut berawal dari kejadian yang tiba-tiba. Tanpa ada konfirmasi sebelumnya, tiba-tiba datang calon bupati dan meminta untuk kerja bakti di masjid. Setelah bersih-bersih calon bupati tersebut langsung meminta foto bersama sambil menekan dada. Kejadian tersebut diakui oleh KH As’ad Abdullah ketika berkunjung menemui Kh. Kholilurrahman di kediamannya. Setelah berbincang-bincang lama, KH As’ad Abdullah langsung menyatakan dukungan penuh terhadap pasangan Kholifah.

Baca Juga :   Daftar Kampanye Hitam pada Pilkada Pamekasan