Ucapan-Ucapan Para Menteri Jokowi Yang Menyakiti Hati Rakyat

1
148

SISPEK.COM – Di bawah ini merupakan pernyataan-pernyataan beberapa Menteri Jokowi dalam menyikapi masalah yang sedang dihadapi negara.

  1. Pernyataan menteri Puang tentang masyarakat miskin jangan banyak-banyak makan lah, diet sedikit tidak apa-apa. Refrensi

Pernyataan ini dilontarkan pada tahun 2016 saat Menteri Puan ditanya mengenai permintaan Pastika kepada Mentri Puan untuk mengalokasikan beras untuk rumah tangga miskin di Bali dinaikkan. Menurut data BPS Bali, penyebab meningkatnya angka kemiskinan di Bali karena mahalnya harga beras di pasaran. Produksi beras semakin menurun karena badai Silikon. Selain itu, jumlah raskin sebanyak 15 kilogram perbulan dinilai tidak cukup.

Pernyataan ini dinilai telah menyinggung hati rakyat Indonesia yang mayoritas berada dalam kondisi keterpurukan ekonomi. Juga masyarakat menilai, lontaran-lontar yang bercorak menghina tersebut tidak pantas dilontarkan oleh seorang mentri sekaliber puan.

2. Pernyataan Menteri Pertanian Mentan Andi Amran Sulaiman yang menyarakan supaya masyarakat beralih ke komoditas lain yang proteinnya sama dengan daging yaitu keong sawah karena harga daging masih berada di kisaran lebih dari seratus ribu rupiah. Refensi

Pernyataan ini dilontarkan pada tahun 2017 lalu saat kondisi harga daging melambung tinggi hingga ratusan ribu. Saat para wartawan menanyakan hal tersebut kepada Mentri, ia diakhir kalimatnya agar masyarakat beralih mengkonsumsi keong sawah ketika daging sedang mengalami kenaikan harga. Langkah ini disarankan mentri karena keong sawah dinilai mempunyai kandungan protein yang sama dengan daging.

Penyataan kontroversi ini langsung membuat netizen marah besar kepada mentri, karena penyataannya dinilai tidak solutif dan menghina masyarakat bawah.

3. Pernyataan Menteri Perdangan Enggartiasto Lukita  yang meminta masyarakat menanam cabe sendiri jika cabe mahal. Refreinsi

Baca Juga :   Fadli Zon Hina Kiai Sepuh NU, KH, Yahya Chalil Staquf

Harga cabai rawit pasca Tahun Baru 2017, tembus ke harga Rp100 ribu per kilogram. Itu yang terjadi di pasar tradisional Terong, Makassar. Saat mentri diminta mengomentari naiknya harga cabe tersebut, ia mengajak masyarakat untuk menanam cabe sendiri.

Hanya saja masyarakat menilai penyataannya tersebut tidak tidak masuk akal. Cabenya mahal sekarang, kalau harus menanam maka masyarakat harus menunggu 3 bulan lagi untuk menikmatinya. Di samping itu, bagaimana buat para pedagang nasi goreng dan lainnya yang membutuhkan cabe banyak setiap harinya. Kalau mereka harus menanamnya, itu sangat tidak mungkin. Penyataan Mentri tersebut ngaur dan telah membuat warganet geram.

4. Pernyataan mentri Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek yang menyebut cacing bahwa cacing itu sebenarnya isinya protein. Refrensi

Pernyataan ini dilontarkan pada 2018. Komentar ini dikeluarkan Mentri ketika terdapat temuan cacing parasit dalam makanan kaleng jenis makarel terungkap setelah BPOM menemukan 16 produk ikan makarel impor dan 11 produk dalam negeri mengandung cacing.

Masyarakat menilai, komentar mentri sangat ngaur. Bagaimana mungkin komentarnya malah menyudutkan masyarakat. Seakan menganjurkan masyarakat memakan cacing yang terkandung dalam produk tersebut. Padahal menurut pakar ITB, cacing dalam kaleng tersebut bisa mengakibatkan kanker. Refrensi