Rocky Gerung Sebut Kitab Suci (Qur’an, Bible dll) Adalah Fiksi

kitab suci adalah fiksi

1
112

SISPEK.COM – Pernyataan kontroversial tentang “Rocky Gerung Sebut Kitab Suci (Qur’an, Bible dll) Adalah Fiksi” disampaikan oleh Rocky Gerung dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa, 10 April 2018. Dalam kesempatan tersebut, profesor UI (menurut UI dia bukan Profesor) tersebut mengatakan bahwa kitab suci adalah fiksi.

Apa yang ia nyatakan di atas telah membuat masyarakat gaduh, karena dianggap telah menistakan kitab suci dengan mengatakan bahwa kitab suci adalah fiksi. Masyarakat menilai bahwa ucapan pendukung Prabowo tersebut lebih menistakan daripada puisi Sukmawati.

Definisi Kitab Suci adalah Fiksi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fiksi diartikan sebagai cerita khayalan yang tidak berdasarkan data. Jadi menurut arti bahasa Indonesia, kitab suci adalah fiksi sama saja dengan mengatakan bahwa kitab suci adalah cerita khayalan belakan. Lalu bagaimana bisa umat beragama termasuk umat Islam membaca kitab al-Qur’an yang hayalan.

Tentu perasaan umat Islam dan umat beragama lainnya akat tersakit melihat perkataan Profesor, kalau kita anggap ia profesor, tentang kitab suci adalah fiksi. Jangan-jangan Rocky Gerung tidak berkitab suci, karena kitab suci hanyalah sebuah hayalan.

Baca juga:
 1. Teks Lengkap Puisi Sukmawati Soekarno Putri
2. Ngerri.. Ponpes Al-Amien Prenduan Juara Debat Bahasa Arab Tingkat ASEAN

Tanggapan Prof Mahfud MD

Tetapi tanggapan Mahfud Md soal pernyataan Rocky tentang kitab suci adalah kitab fiksi sangat lah elok. Menanggapi hal tersebut, Prof. Mahfud mengatakan dalam twitternya. “Itu pendapat Rocky Gerung, silahkan saja. Tapi bagi saya kitab suci bukan fiksi, jauh bedanya. Fiksi itu produk angan-angan atau khayalan manusia, sedangkan kitab suci adalah wahyu dan pesan Tuhan. Saya meyakini, kitab suci adalah wahyu Tuhan yang ditanamkan di hati dan dipatrikan di otak orang yang beriman”. Begitulah tanggapan apik Prof Mahfud. Twetter.com. Dalam teologi Islam pun disebutkan bahwa Qur’an sebagai kitab suci adalah sakral, bukanlah fiksi.

Baca Juga :   Perpaduan antara Definisi dan Praktek; Islam Bicara Aktualisasi Konsep Pemimpin dan Kepemimpinan

Tampaknya di akhir kalimat Prof. Mahfud ada yang ingin dia sampaikan. Bahwa kitab suci dikatakan suci hanya bagi orang-orang yang beriman, karena kitab suci adalah wahyu Tuhan yang ditanamkan di hati yang beriman. Secara tidak langsung dia ingin mengatakan bahwa Rocky Gerung adalah manusia tidak beriman, karena telah menghilangkan kesucian kitab suci dan mensejajarkan kitab suci karya Tuhan dengan buku karya manusia.

Tak Ada Gejolak dari Masyarakat Islam Fundamentalisme

Semanjak kasus Ahok di rezim Jokowi, umat Islam menjadi seperti masyarakat Barbar. Sedikit disentuh langsung bergejolak. Tapi yang disayangkan, dalam kasus pernyataan menyakitkan Rocky Gerung ini tak mereka tanggapi tanggapan. Padahal kalau kita lihat dari perspektif agama, Rocky Gerung adalah Kristen. Ada seseorang yang jelas telah menyebut al-Qur’an sebagai fiksi tapi mereka hanya diam, tak ada kegelisahan dan lainnya. Tepi mengapa ketika Ganjar pembecaan puisi Gus Mus, malah ganjar yang didemo dan dilaporkan. Tetapi diam ketika dari golongannya sendiri yang mengatakan. Di sinilah  letak ketidak profesionalah masyarakat pembela Islam. Jangan-jangan mereka hanya menggunakan sentimen agama hanya untuk kepentingan politik belaka. Dari sinilah kita tahu siapa sebenarnya penggerak kebencian antar umat beragama.

Ini dia pernyataan Ricky Gerung dalam ILC. Lihat Video.