Daftar Kader PKS Hina dan Fitnah Tokoh NU

0
276

Begitu banyak kader PKS hina dan fitnah tokoh NU. Mulai dari pengurus pusat hingga daerah.

Salman Alfarisi

Ia merupakan Ketua Umum DPD PKS Kota Medan dua periode 2009-2014 dan 2014 – 2019. Maka secara ideologis, ia pasti PKS banget. Maka dari itu, tingkah-lakunya di ranah publik merupakan gambaran ideologi PKS yang sesungguhnya.

Beberapa waktu yang lalu, ia sempat menampakkan kebringasannya dengan melontarkan cacian dan makian yang menusuk kalbu banyak orang. Ia mencaci maki K.H Yahya Cholil Staquf atas kunjungan K.H Yahya Cholil Staquf ke Israel untuk meyuarakan perdamaian antara Palestina dengan Israel.

Melalui akun Facebooknya ia menghina Gus Yahyah dengan istilah Cecunguk. Inilah kalimat hinaan tersebut.

Tak Puas jadi Wantimpres di Istana Negara… Cecunguk itu Angkat Telor Cari Muka ke Israel.. Mau Merangkap Jadi Wantimpres Israel?

Faktanya Gus Yahya ke Israel untuk menyuarakan perdamaian antara Israel dengan Palestina dengan menggunakan pendekatan dialog. Tempo.co

Tifatul di twetter

Fraksi PKS di MPR RI yang juga dikenal sebagai mantan Menteri Kominfo di era SBY. Ia juga pernah menjadi ketua PKS menggantikan sementara Hidayat Nurwahid. Sebagaimana kader PKS lain yang hobi mengghina dan menfitnah tokoh-tokoh NU, ia juga menfitnah tokoh NU di akun medsosnya dengan kalimat.

Mas Yahya, boleh nanya nggak ?

  1. Kunjungan ke Israel ini atas suruhan Presiden atau iso isoan jenengan dewe’ ae…
  2. Waktu ketemu Netanyahu sempet tanya nggak, mengapa Israel membantai 60 penduduk Ghaza pas 2 hari sebelum puasa. #MauTauBanget…”

Komentar-komentar sinis ini ditujukan kepada Gus Yahya untuk melemahkan pengaruhnya di ranah nasional. Sudah jelas-jelas dijelaskan oleh Gus Yahya bahwa kepergiannya ke Israel atas undangan pribadi bukan atas kepentingan negara. Justru ia ke sana untuk memperjuangkan kedamaian antar keduanya dengan cara dialog, karena dengan cara perang terbukti tak mampu damaikan keduanya. Tidak puas dengan nada sini tersebut, ia juga menambahkan twitt yang tak kalah sinisnya.

Baca Juga :   Sekolah Moral untuk Para Pejabat

Oh baru tahu saya, mas Yahya itu seorang Kiai. Kalau boleh tahu mengelola pesantren di mana ya…

Sebagai seorang mantan kemenfo, tentu ia melek informasi dan tahu bahwa Gus Yahya merupakan Kiai yang berilmu. Tapi kesombongannya menutup pengatahuannya hingga dia tidak tahu. Kebenciannya terhadap para tokoh NU telah mengaburkan kebenaran.

Aceng Toha di Facbook

PKS hina dan fitnah tokoh NU dilanjutkan oleh Aceng Toha. Ia merupakan pemilik akun facebook Ujang Soreang. Ia merupakan Mantan Anggota DPRD Kota Depok Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam status facebooknya ia menghina kiai mustofa bisri dengan menyebut mulu Kiai Mustofa Bisri (sesepuh NU) bau busuk pada 25 November 2016 pukul 21. 32 WIB. Komentar hinaan tersebut keluar darinya lantaran Gus Mus mengkomentari aksi shalat Jum’at di jalanan merupakan perbuatan bid’ah.

Kami masih akan lebih percaya sabda nabi, bumi oleh Allah dijadikan mesjid dan alat bersuci daripada MULUTMU YANG BAU busuk ngomong ngelantur alasan syar’inya mesjid-mesjid tidak cukup nampung ya pakek jalan dan palangan. beres ko bujan bid’ah, yang bid’ah mantumu ulil abshar yang bilang qur’an adalah karya pengarang-engaran, beresin tuh.”

Karakter PKS yang penuh dengan kebencian membuatnya tak hanya menghina Gus Mus, ia juga menfitnah Kiai Said Agil Siraj. Tanpa bukti, Ia menyebut Kiai Said sebagai Ulama duit lantaran berseberangan pendapat dengan PKS. Begitulah karakter PKS yang penuh dengan kebencian.

Itulah penampakan kader PKS hina dan fitnah tokoh NU. Masih banyak hinaan dan fitnah yang lain yang belum tertulis di sini. Seperti menfitnah kiai Said Agil Siraj itu syiah dan lain sebagainya. Silahkan cari sendiri sisanya.